Frankfurt Book Fair 2015 - Day 1
Frankfurt Book Fair 2015 - Day 1

Di hari pertama penyelenggaraan Frankfurt Book Fair 2015, Paviliun Indonesia diramaikan oleh berbagai diskusi bersama penulis – penulis legendaries seperti NH Dini, Ahmad Tohari, penulis berbakat wanita Intan Paramadhita, sampai pembacaan karya trilogi 'Opera Kecoa' oleh Butet Kertaradjasa.

Sementara di National Stand Indonesia yang terletak di Hall yang berbeda - Hall 4.0, berbagai aktvitas menarik juga dilaksanakan. Salah satunya adalah diskusi mengenai travel writing bersama Trinity, penulis buku 'The Naked Traveler' dan Agustinus Wibowo, penulis buku 'TitikNol'. Mereka adalah 2 dari 75 penulis Indonesia yang karyanya terpilih untuk diterjemahkan kedalam bahasa Inggris atau bahasa Jerman. Keikutsertaannya dalam event ini adalah juga untuk memperkenalkan karya masing – masing kedunia internasional melalui berbagai acara diskusi yang ramai dihadiri oleh pengunjung yang dating dari berbagai negara. Selain ditemui juga padahari yang sama, beberapa penulis lain yang juga menggelar acara diskusi seperti Laksmi Pamuntjak, Leila S. Chudori, Yoris Sebastian, dan RatihKumala.

"Salah satuhal yang tidak boleh dilupakan oleh penulis adalah menerjemahkan karya kita kedalam bahasa Inggris. Dengan begitu, naskah kita akan mudah dibaca oleh pihak asing dan lebih mendapatkan perhatian untuk dipublikasikan kedalam bahasa lain.", Laksmi Pamuntjak berbagi cerita seputar kesuksesan novelnya, Amba yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Jerman"AlleFarben Rot" yang baru – baru ini mendapatkan penghargaan sebagai buku nomor satu dalam daftar "Weltempfanger" untuk karya fiksi terbaik dari luar – untuk terjemahan dalam bahasa Jerman. Di waktu yang berbeda, Leila S. Chudori yang mendapatkan banyak perhatian dari media massa Jerman dan asing pasca diterbitkannya novel "Pulang" dalam bahasa Inggris & Jerman mengungkapkan bahwa tidak hanya tema politik atau sejarah kelam Indonesia saja yang menarik perhatian pembaca internasional, melainkan juga kebudayaan Indonesia yang sangat kaya. "Pertimbangkan untuk memilih penerjemah yang berpengalaman sebelum memutuskan untuk go international. Sayadan John Mc Glynn sebagai penerjemah buku ini berkolaborasi untuk menjelaskan kembali hal - hal yang tidak diketahui dengan jelas oleh masyarakat dunia, misalnya adalah hal yang sangat dekat dengan kebudayaan Indonesia." .Sebagai penulis buku senior, Leila merasa optimis bahwa karya anak bangsa dapat lebih dikenali oleh dunia di masa depan. Memiliki agen sastra adalah salah satu keberuntungan yang saya dapatkan sebelum novel "Pulang" mendapatkan perhatian dan minat dari para pembaca di dunia.

 

Faktanya, jumlah buku new release yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Jerman mencapai 142 buku. Dominasi terbanyak adalah buku fiksi, disusul dengan buku sejarah, showcasing Indonesia, traveling books, art, children, and cookery books. Jumlah ini membuka mata kita bahwa konten – konten lokal Indonesia sangatlah menarik minat dan perhatian masyarakat dunia. Yoris Sebastian, mewakili generasi muda Indonesia dalam presentasinya saat diskusi bersama dengan Wahyu Aditya, penulis buku "Kreatif Sampai Mati" dalam tema "Unstoppable Creativity" mengutarakan pertimbangannya saat akan menulis ulang buku "Oh My Goodness - A Personal Guide To Become a Creative Junkies". "Saya tidak hanya menerjemahkan bebas karya yang terdahulu, tetapi mencoba untuk melengkapi kisi – kisi dan topic pembahasan yang lebih relevan untuk masyarakat dunia." .Kunjungan Menteri Pendidikan & Kebudayaan Anies Baswedan di National Stand hariini juga mewarnai decak kagum ragam konten lokal yang berhasil menembus pasar dunia. Lebih lanjut Anies mengingatkan kembali kepada penulis – penulis Indonesia untuk tidak pernah patah semangat menyebarkan ke Indonesiaan dimanapun mereka berada. “Tahun ini sebagai Guest of Honour, kesempatan kita lebih terbuka lebar untuk menjual hak cipta buku – buku karya anak bangsa melalui Frankfurt Book Fair.”

Masih banyak aktivitas menarik lainnya yang akan berlangsug selama event Frankfurt Book Fair 2015 berlangsung hingga 18 Oktober nanti di Frankfurt Messe. Stay tuned for more, V Listeners!

V Radio 106,6 FM Jakarta » Frankfurt Book Fair 2015 - Day 1 Di hari pertama penyelenggaraan Frankfurt Book Fair 2015, Paviliun Indonesia diramaikan oleh berbagai diskusi bersama penulis – penulis legendaries seperti NH Dini, Ahmad Tohari, penulis berbakat wanita Intan Paramadhita, sampai pembacaan karya trilogi 'Opera Kecoa' oleh Butet Kertaradjasa.

" />

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: news_top

Filename: views/infotainment_top_view.php

Line Number: 2

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/infotainment_top_view.php

Line Number: 2

Live Streaming
Our Program
  • Ngobrol Yuk
    Setiap Selasa dan Kamis pukul 14.00-16.00 kita akan ngobrol seru seputar hal-hal menarik bersama Lala…
  • V Community
    Ngobrol seru bareng komunitas-komunitas yang ada di Jakarta dan sekitarnya.
  • Etalase
    Panduan seputar produk dan trend yang sedang happening bersama Kieky Cahya, yang akan membuat Anda…
  • Bangun Pagi
    Senin - Jumat pukul 06.00 - 10.00 WIB bersama Anya Dwinov dan Hilbram Dunar